BADAN PENGATUR INTERNET Dan DNS (Domain Name Server)


BADAN PENGATUR INTERNET Dan DNS (Domain Name Server)

IANA, singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board (IAB).

IANA memberikan tanggungjawab dalam mengatur pengaturan ruang alamat IP dan DNS kepada tiga badan lainnya yang bersifat regional, yakni sebagai berikut:

IANA akan digantikan oleh sebuah badan nonprofit internasional yang disebut sebagai Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), karena meningkatnya penggunaan Internet.


Read More......

BADAN PENGATUR INTERNET Dan DNS (Domain Name Server)


BADAN PENGATUR INTERNET Dan DNS (Domain Name Server)

IANA, singkatan dari Internet Assigned Numbers Authority adalah sebuah organisasi yang didanai oleh pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi masalah penetapan parameter protokol internet, seperti ruang alamat IP, dan Domain Name System (DNS). IANA juga memiliki otoritas untuk menunjuk organisasi lainnya untuk memberikan blok alamat IP spesifik kepada pelanggan dan untuk meregistrasikan nama domain. IANA juga bertindak sebagai otoritas tertinggi untuk mengatur root DNS yang mengatur basis data pusat informasi DNS, selain tentunya menetapkan alamat IP untuk sistem-sistem otonom di dalam jaringan Internet. IANA beroperasi di bawah naungan Internet Society (ISOC). IANA juga dianggap sebagai bagian dari Internet Architecture Board (IAB).

IANA memberikan tanggungjawab dalam mengatur pengaturan ruang alamat IP dan DNS kepada tiga badan lainnya yang bersifat regional, yakni sebagai berikut:

IANA akan digantikan oleh sebuah badan nonprofit internasional yang disebut sebagai Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), karena meningkatnya penggunaan Internet.


Read More......

Sejarah singkat DNS



Sejarah Singkat DNS

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.

Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.

Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS

Read More......

Daftar Nama Domain Di Seluruh Dunia


Daftar Nama Domain Di Seluruh Dunia

Nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama jaringan komputer ataupun internet. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai IP address. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya "jasakom.com". Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Merupakan top level domain yang diberikan untuk mencirikan negara dari internet domain name. Berikut ini adalah daftar Top Level Negara-negara di Dunia yang dikeluarkan oleh Internet Assign Numbers Authority (IANA). IANA adalah salah satu badan independent yang mengatur masalah pengaturan Domain Internet. Saat ini (per tanggal 1 Januari 2002) terdaftar sebanyak 243 Negara yang terdaftar.

A

.ac – Pulau Ascension *
.ad – Andorra
.ae – Uni Emirat Arab
.af – Afganistan
.ag – Antigua dan Barbuda *
.ai – Anguilla
.al – Albania
.am – Armenia *
.an – Antillen Belanda
.ao – Angola
.aq – Antartika
.ar – Argentina
.as – Samoa Amerika *
.at – Austria *
.au – Australia
.aw – Aruba
.ax – Åland
.az – Azerbaijan



B

.ba – Bosnia Herzegovina
.bb – Barbados
.bd – Bangladesh
.be – Belgia *
.bf – Burkina Faso
.bg – Bulgaria
.bh – Bahrain
.bi – Burundi *
.bj – Benin
.bm – Bermuda
.bn – Brunei Darussalam
.bo – Bolivia *
.br – Brasil *
.bs – Bahama *
.bt – Bhutan
.bv – Pulau Bouvet (tidak dipakai dan tidak terdaftar)
.bw – Botswana
.by – Belarus
.bz – Belize *



C

.ca – Kanada
.cc – Pulau Cocos *
.cd – Republik Demokratik Kongo (dulunya .zr – Zaire) *
.cf – Republik Afrika Tengah
.cg – Republik Kongo *
.ch – Swiss *
.ci – Côte d'Ivoire (Pantai Gading)
.ck – Kepulauan Cook *
.cl – Chili
.cm – Kamerun
.cn – Republik Rakyat Tiongkok *
.co – Kolombia
.cr – Kosta Rika
.cs – Serbia dan Montenegro (dulunya .yu – Yugoslavia; Catatan: pada tanggal 3 Juni, 2006, Montenegro mendeklarasikan kemerdekaannya, sehingga domain ini tidak dipakai lagi.) (kode domain .cs tidak dipakai, tidak ada DNS) (kode domain .cs dulunya dipakai untuk Cekoslowakia)
.cu – Kuba
.cv – Tanjung Verde
.cx – Pulau Natal *
.cy – Siprus
.cz – Republik Ceko



D

.de – Jerman
.dj – Djibouti *
.dk – Denmark *
.dm – Dominika
.do – Republik Dominika
.dz – Aljazair (Algeria)



E

.ec – Ekuador
.ee – Estonia
.eg – Mesir
.eh – Sahara Barat (tidak dipakai; tidak ada DNS)
.er – Eritrea
.es – Spanyol *
.et – Ethiopia
.eu – Uni Eropa (kode domain yang "dikhususkan" oleh ISO 3166-1)




Read More......

Konsep dan Cara Kerja DNS


Konsep dan Cara Kerja DNS


DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui

IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer
berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya.

Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.friendster.com. DNS berfungsi untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost yang bersangkutan untuk dihubungi.

Cara kerja DNS adalah sebagai berikut:

● Ketika kita merequest suatu alamat, misalnya www.facebook.com dari host
kita (nirmaladewi.its.ac.id – 202.154.63.26), maka host kita akan mengontak
name server lokal untuk menanyakan dimanakah www.facebook.com berada.

● Name server ITS (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di database
lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya,
siapa yang memegang domain untuk .com

● Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com,
net, org, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top
Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk, fr, es, de, it, jp, ie, dll.

● Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari
www.friendster.com. Kemudian DNS server lokal akan mengontak server
DNS yang mengelola www.facebook.com. Kemudian DNS server tersebut
akan memberitahu IP address dari www.facebook.com. baru host
nirmaladewi merequest www.facebook.com dengan IP address tersebut.

Read More......

Prinsip kerja DNS


PRINSIP KERJA DNS

Pengalamatan di internet menggunakan IP Address x.x.x.x. Tentu saja dengan pengalamatan seperti ini akan menghasilkan kurang lebih 4 milyar alamat IP yang unik. Bagi manusia, tentu saja menghafalkan alamat IP sebanyak itu dengan representasi angka akan menyulitkan. Kita lebih mudah menghafalkan alamat dengan representasi huruf. UNtuk itu diperlukan resolver dari nama ke alamat IP

Dulu ketika awal internet belum banyak, penamaan dilakukan dengan menggunakan sistem file HOST.TXT. File HOST.TXT berisi translasi dari alamat nama ke nomor IP. SIstem ini dibuat dengan terus mengupdate file HOST.TXT. File ini diupdate terpusat di Stanford Research Institute Network INformation Center (SRI-NIC). Selanjuta file ini didownload mandiri oleh masing-masing resolver. Namun sistem ini memiliki kelemahan, dikarenakan berkembangnya jaringan internet, mkaa traffic untukmendownload file ini juga semakin tinggi. Juga ada kemungkinan terjadinya pemakaian 2 alamat/ lebih yang sama.

Maka dibuatlah sistem penamaan yang baru, yang disebut Domain Name System (DNS). Sistem ini mempunyai domain, zone dan pendelegasian.Sistem domain pada DNS hampir sama pada hierarki file system pada sistem UNIX, bedanya keduanya terbalik dalam penulisannnya
Contoh:
Pada UNIX : /etc/named/crontab
Pada DNS : crontab.named.etc (Bukan contoh domain sebenarnya ^_^)

Prinsip kerja DNS


Prinsip kerja DNS adalah dengan pendelegasian setiap name server. Setiap name server mengikuti hierarki penamaan DNS tersebut.
Misalnya, untuk alamat station.arc.itb.ac.id , kurang lebih langkah yang dilakukan adalah seperti ini,
Diperlukan nameserver, untuk root server, top level domain (.id), name server academic (.ac.id), name server itb(.itb.ac.id) dan name server arc (.arc.itb.ac.id). Untuk menemukan alamat IP dari station.arc.itb.ac.id

1. Pertama-tama komputer client akan menanyakan pada local name servernya.

2. Pada local name server akan menanyakan station.arc.itb.ac.id pada root server, biasanya tipe alamat server ini sudah diketahui name server. KArena alamatnya memang cenderung sudah fixed, maka disebut tipe hint (cache). Pada instalasi program name sever biasanya langsung didapatkan data root server ini (kalau tidak salah ada 13 root server di dunia).

3. Root server akan menjawab bahwa, domain .id sudah ia delegasikan pada name server .id

4. Local name server akan menanyakan pada name server .id,

5. name server .id manjawab, bahwa domain .ac.id, sudah ia delegasikan pada name server academic .ac.id

6. Local name server menanyakan pada name server academic .ac.id

7. Name server academic .ac.id, menjawab, bahwa domain .itb.ac.id sudah ia delagasikan pada name server itb .itb.ac.id

8. Name server ARC, .arc.itb.ac.id, menjawab ke local domain name server berupa alamat station.arc.itb.ac.id, selanjutnya local name sever meneruskan jawaban ke komputer client.

9. Akhirnya komputer client mengetahui alamat IP station.arc.itb.ac.id, sehingga ia dapat memulai koneksi TCP/IP le station.arc.itb.ac.id.

Dengan sistem seperti ini, walaupun mata rantai lebih panjag, tapi dengan DNS, sistem penambahan nama menjadi lebih teratur.

Read More......

WAN

PERALATAN TERMINAL DATA ( DTE )

Peralatan terminal data (DTE) adalah instrument akhir yang mengubah informasi ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. These can also be called tail circuits. Ini juga dapat disebut ekor cirkuit. A DTE device communicates with the data circuit-terminating equipment (DCE). Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). The DTE/DCE classification was introduced by IBM . The DTE / DCE klasifikasi diperkenalkan oleh IBM.

.Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Such cases need crossover cables , such as for the Ethernet or null modem for RS-232 . Kasus-kasus seperti itu perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau modem null untuk RS-232.

Sebuah DTE adalah unit fungsional dari stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan untuk komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.

Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. A user interacts with the DTE (eg through a human-machine interface ), or the DTE may be the user. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.

Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah sebuah modem.

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.

  • 25 pin DTE devices transmit on pin 2 and receive on pin 3. DTE 25 pin perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
  • 25 pin DCE devices transmit on pin 3 and receive on pin 2. 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
  • 9 pin DTE devices transmit on pin 3 and receive on pin 2. 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
  • 9 pin DCE devices transmit on pin 2 and receive on pin 3. 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.

Istilah ini juga umumnya digunakan dalam Telco dan Cisco peralatan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC Ethernet koneksi juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi.

DATA Circuit-Terminating Equiment ( DCE )

A Data circuit-terminating equipment (DCE) adalah perangkat yang duduk antara peralatan terminal data (DTE) dan sebuah rangkaian transmisi data.. Hal ini juga disebut komunikasi data peralatan dan peralatan pembawa data.

Dalam data stasiun, DCE menyelenggarakan fungsi seperti sinyal konversi, coding, dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE atau menengah. Interfacing peralatan mungkin diperlukan untuk beberapa perangkat terminal data (DTE) ke dalam sebuah rangkaian transmisi atau saluran dan dari rangkaian transmisi atau saluran ke DTE.

Meskipun istilah ini paling sering digunakan dengan RS-232, beberapa standar komunikasi data yang menetapkan berbagai jenis antarmuka antara DCE dan DTE. The DCE adalah perangkat yang berkomunikasi dengan sebuah perangkat DTE dalam standar ini. Standards that use this nomenclature include: Standar yang menggunakan tata-nama ini meliputi:

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal).D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan. Perangkat DTE biasanya mengirim pada konektor pin nomor 2 dan menerima pin konektor pada nomor 3. Perangkat DCE justru sebaliknya: nomor 2 pin connector pin connector menerima dan nomor 3 mentransmisikan sinyal. Biasanya, perangkat DTE adalah terminal (atau komputer), dan DCE adalah sebuah modem. Ketika dua perangkat, yang kedua DTE atau keduanya DCE, harus dihubungkan satu sama lain tanpa sebuah modem atau sebuah media serupa penerjemah antara mereka, semacam kabel "crossover" harus digunakan, yaitu modem null untuk RS-232 atau seperti biasa untuk Ethernet.

Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 12

1. Senin, 6 April 2009
~ Cek komputer di ruang Humas
~ Membuat jaringan di Radiologi
2. Selasa, 7 April 2009
~ Membuat jaringan di Radiologi
~ Cek jaringan di ruang Humas
3. Rabu, 8 April 2009
~ Cek jaringan di gudang Farmasi
~ Membuat jaringan di Radiologi lantai 2




Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 11

1. senin, 30 Maret 2009
~ Setting dan memperbaiki jaringan di Poli kulit
~ Mengecek jaringan wireless
2. selasa, 31 Maret 2009
~ Sharing printer di Mawar ungu
~ Memasang jaringan di ruang server baru
3. Rabu, 1 April 2009
~ Cek jaringan di Mawar kuning
~ Cek jaringan di OK


4. Kamis, 2 Aprii 2009
~ Memasang jaringan di kasir A
5. Jum’at 27 Maret 2009
~ Memasang jaringan di Humas
6. Sabtu, 28 Maret 2009
~Konfirmasi ke sekolah

Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 10

1. senin ,23Maret 2009
~ Setting dan memperbaiki jaringan di Poli kulit
~ Mengecek jaringan wireless
2. selasa, 24 Maret 2009
~ Perbaikan komputer di ruang VK
~ Setting jaringan di LAB PK
3. Rabu, 25 Maret 2009
~ Memasang jaringan di server baru


4. Kamis, 26 Maret 2009
~ Libur NYEPI
5. Jum’at 27 Maret 2009
~ Merapikan kabel jaringan di depan ICC
6. Sabtu, 28 Maret 2009
~Konfirmasi ke sekolah


Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 9

1. senin, 16 Maret 2009
~ Tidak ada pekerjaan
2. selasa, 17 Maret 2009
~ Memasang jaringan LAN dan listrik di ruang bayi
3. Rabu, 18 Maret 2009
~ Setting jaringan dan sharing printer di ASKES


4. Kamis, 19 Maret 2009
~ Membersikan printer di Ruang Biling
5. Jum’at 20 Maret 2009
~ Memasang komputer dan Setting jaringan LAN di Biling baru
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah



Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 8

1. senin, 9 Maret 2009
~ Libur Maulud Nabi
2. selasa, 10 Maret 2009
~ Memasang dan setting jaringan LAN
~ Mengecek jaringan di OK(VK Bersalin)
3. Rabu, 11 Maret 2009
~ Memasang jaringan dan swicth di Poli Tumbuh Kembang


4. Kamis, 12 Maret 2009
~ Mengecek jaringan di Poli Tumbuh Kembang
5. Jum’at 13 Maret 2009
~ Setting jaringan di VK Bersalin
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah



Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 7

1. senin, 2 Maret 2009
~ memasang PC di Radiologi
~ Membongkar kabel UTP di Poli lama
2. selasa, 3 Maret 2009
~ Memasang printer di Loket 3
3. Rabu, 4 Maret 2009
~ Memasang jaringan LAN dan listrik di Poli Jantung


4. Kamis, 5 Maret 2009
~ Mensetting jaringan di poli tumbuh kembang
5. Jum’at 6 Maret 2009
~ Menginstal program lama di ROI
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah



Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 6

1. senin, 23 February 2009
~ memasang monitor di ruang Rekam medis
~ memasang motherboard dan power suply
2. selasa, 24 February 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang sedikit
~ Membongkar kabel jaringan dari loket ke apotek 2
3. Rabu, 25 February 2009
~ Memasang kabel jaringan di ruang keuangan


4. Kamis, 26 Februry 2009
~ Mengecek swicth di mawar kuning
~ Memasang komputer di ruang instalasi gizi
5. Jum’at 27 February 2009
~ Sayanmelakukan perbaikan komputer di Mawa rhijau
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah


Read More......

Kegiatan on the job training mingggu ke 5

1. senin, 16 February 2009
Hari senin saya banyak pekerjaan
~ memasang jaringan computer di Poli paru,Poli bedah dan poli kandungan
~ memasang computer di poli gigi
2. selasa, 17 February 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan banyak
~ saya mengecek dan setting jaringan di poli bedah dan Poli kandungan
3. Rabu, 18 February 2009
~ Setting jaringan LAN di Poli tumbuh kembang


4. Kamis, 19 Februry 2009
~ Memasang dan setting jaringan di Poli kulit
~ Memasang dan setting jaringan di IRJ
5. Jum’at 20 February 2009
~ Saya mengecek komputer di poli-poli yang sudah di beri komputer
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah



Read More......

Kegiatan on the job training minggu ke empat

1. senin, 9 February 2009
Hari senin saya lumayan banyak pekerjaan
~ Saya mensetting mengecek jaringan di gedung baru (poli-poli)
2. selasa, 10 February 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan banyak
~ saya membuat jaringan LAN di VK bersalin
~ setting jaringn di apotik 6
3. Rabu, 11 February 2009
~Saya memasang kabel UTP di apotik 2


4. Kamis, 12 Februry 2009
~ mengecek jaringan di apotik 2
~ membuat kabel jaringan di kasir 2
5. Jum’at, 13 February 2009
~ Saya membuat dan memasang kabel jaringan di kasir 2
~ setting jaringan di VK bersalin
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah

Read More......

Kegiatan on the job training minggu ke tiga

1. senin, 2 February 2009
Hari senin saya banyak kegiatan
~ Saya mensetting jaringan di ruang Biling baru
~ Memperbaiki jaringan di ruang keuangan
2. selasa, 3 February 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan banyak
~ saya setting jaringan di gudang umum
~ instalasi modul di kasir A
3. Rabu, 4 February 2009
~Saya setting jaringan di ruang biling baru


4. Kamis, 5 Februry 2009
~hari kamis saya sakit dan tidak masuk OJT
5. Jum’at, 6 February 2009
~hari jum’at saya membuat jaringan listrik di poli gedung baru
6. Sabtu, 7 February 2009
~Konfirmasi ke sekolah




Read More......

Kegiatan on the job training ke2

1. senin, 26 Januari 2009
Hari senin saya libur
~Libur imlek
2. selasa, 27 Januari 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan banyak
~saya memeperbaiki jaringan di Askes
~Perbaikan komputer dan jaringan di Apotek 3
3. Rabu, 28 Januari 2009
~Saya memperbaiki jaringan LAN di Mawar Putih
~saya membuat jaringan listrik di ruang YANMED (pelayanan medis)


4. Kamis, 29Januari 2009
~hari kamis saya bersama teman-teman mengcremping kabel UTP dn memasang jaringan di ruang biling
~Memperbaiki computer di ruang HUMAS
5. Jum’at, 30 Januari 2009
~hari jum’at saya mengistal office 2000 di Apotek 2
6. Sabtu, 24 Januari 2009
~Konfirmasi ke sekolah

Read More......

Kegiatan on the job training ke1

1.senin, 19 Januari 2009
Hari senin saya mempunyai uraian pekerjaan yang sedikit
~saya diajak mbak yanni untuk memeriksa printer yang error di ruang laborat P.K
2. selasa, 20 Januari 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan berat
~saya bersama Danu pergi ke ruang direktur untuk menginstall software office 2007
~saya bersama teman-teman PSG diberi pekerjaan untuk memindahkan monitor, CPU dan printer bekas keruangan billing yang baru
3.rabu, 21 Januari 2009
~Saya bersama teman PSG yang lainnya disuruh untuk memindahkan meja dari ruang WADIR keruang billing
~saya memasang computer di ruang billing


4.kamis, 22 Januari 2009
~hari kamis saya bersama Danu dan Irvansyah disuruh memindahkan dua set computer dari ruang pertemuan ke ruang JAMKESMAS
~membersihkan ruang billing yang baru
5.jum’at, 23 Januari 2009
~hari jum’at saya bersama danu langsung mendapat pekerjaan untuk menginstall driver sound di laptop di ruang perawatan
~saya bersama teman-teman PSG satu ruangan disuruh untuk memindahkan 10 set computer dari ruang pertemuan ke guda umum
6.sabtu, 24 Januari 2009

Read More......

Cara konfigurasi RIP

Konfigurasi RIP


Routing Information Protocol atau yang dikenal RIP adalah dinamik routing protokol yang sudah cukup tua. Di ciptakan sekitar tahun 1970.
Cara kerjanya berdasarkan Distance Vector Routing Protocol, yang berarti akan mempergunakan pendekatan berapa banyak hop (lompatan) router yang akan ditempuh untuk mencapai suatu network. Dan yang akan dipilih adalah hop terpendek.
Cara Kerja

RIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepada router tetangganya.

Karakteristik dari RIP:

* Distance vector routing protocol
* Hop count sebagi metric untuk memilih rute
* Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
* Secara default routing update 30 detik sekali
* RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
* RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah RIP zebra secara default mempergunakan versi 2, sedangkan Cisco versi 1.
Konfigurasi

Sama halnya dengan zebra, daemon rip dapat dikonfigur lewat 2 cara.

Konfigurasi dengan 2 cara :

1. edit langsung pada file ripd.conf

root@opera zebra# vi ripd.conf
root@opera zebra# service ripd restart

2. melalui remote vty
telnet ke port 2602

root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602
Hello, this is zebra (version 0.94).
Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.

Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.
Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga.

ripd(config)# router rip
ripd(config-router)# network 192.168.1.0/24
ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24
ripd(config-router)# ^z
ripd#

Untuk memeriksa status RIP

ripd# show ip protocols
Routing Protocol is "rip"
Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds
Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds
Outgoing update filter list for all interface is not set
Incoming update filter list for all interface is not set
Default redistribution metric is 1
Redistributing:
Default version control: send version 2, receive version 2
Interface Send Recv Key-chain
Routing for Networks:
10.1.1.0/24
192.168.1.0/24
Routing Information Sources:
Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update
Distance: (default is 120)

Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.

ripd# show ip rip
Codes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP
(n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute,
(i) - interface

Network Next Hop Metric From Time

Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.

ripd# write memory
Configuration saved to /etc/zebra/ripd.conf

Read More......

Cara instalasi Quagga melalui port

Cara intalasi Quagga


Untuk membangun router dapat juga menggunakan aplikasi ini. Instalasi quagga Terdapat beberapa cara yakni instalasi dengan port dan compile sourse code. Dibawah ini merupakan cara instalasi quagga melalui port :

1.Untuk mengetahui letak quagga pada direktori koleksi port freebsd ketiklah perintah :

# whereis quagga
Quagga : /usr/ports/net/quagga

2.Pindah direktory sesuai dengan letak direktory diatas kemudian ketiklah sysinstall.

# make install

Maka secara otomatis FreeBSD akan men-download, me-compile serta menginstall software di atas.

Menjalankan Quagga:
Konfigurasi pada zebra.conf

Tampilan konfigurasi quagga seperti contoh dibawah ini:
!
! Zebra configuration saved from vty
! 2008/03/23 17:26:36
!
hostname permanayoga
password quagris
enable password quagris
!
interface faith0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface fxp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface lo0
!
interface lp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface ppp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface ed0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface rl0
ipv6 nd suppress-ra
!
!interface sl0
! ipv6 nd suppress-ra
!
ip route 0.0.0.0/0 172.17.7.61
!
ip forwarding
!
line vty
!

Read More......
 
serdadu Bonnek | Designed by Techtrends | © 2007-2008 All rights reserved