Kegiatan on the job training ke2

1. senin, 26 Januari 2009
Hari senin saya libur
~Libur imlek
2. selasa, 27 Januari 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan banyak
~saya memeperbaiki jaringan di Askes
~Perbaikan komputer dan jaringan di Apotek 3
3. Rabu, 28 Januari 2009
~Saya memperbaiki jaringan LAN di Mawar Putih
~saya membuat jaringan listrik di ruang YANMED (pelayanan medis)


4. Kamis, 29Januari 2009
~hari kamis saya bersama teman-teman mengcremping kabel UTP dn memasang jaringan di ruang biling
~Memperbaiki computer di ruang HUMAS
5. Jum’at, 30 Januari 2009
~hari jum’at saya mengistal office 2000 di Apotek 2
6. Sabtu, 24 Januari 2009
~Konfirmasi ke sekolah

Read More......

Kegiatan on the job training ke1

1.senin, 19 Januari 2009
Hari senin saya mempunyai uraian pekerjaan yang sedikit
~saya diajak mbak yanni untuk memeriksa printer yang error di ruang laborat P.K
2. selasa, 20 Januari 2009
Hari selasa mendapat uraian pekerjaan yang lumayan berat
~saya bersama Danu pergi ke ruang direktur untuk menginstall software office 2007
~saya bersama teman-teman PSG diberi pekerjaan untuk memindahkan monitor, CPU dan printer bekas keruangan billing yang baru
3.rabu, 21 Januari 2009
~Saya bersama teman PSG yang lainnya disuruh untuk memindahkan meja dari ruang WADIR keruang billing
~saya memasang computer di ruang billing


4.kamis, 22 Januari 2009
~hari kamis saya bersama Danu dan Irvansyah disuruh memindahkan dua set computer dari ruang pertemuan ke ruang JAMKESMAS
~membersihkan ruang billing yang baru
5.jum’at, 23 Januari 2009
~hari jum’at saya bersama danu langsung mendapat pekerjaan untuk menginstall driver sound di laptop di ruang perawatan
~saya bersama teman-teman PSG satu ruangan disuruh untuk memindahkan 10 set computer dari ruang pertemuan ke guda umum
6.sabtu, 24 Januari 2009

Read More......

Cara konfigurasi RIP

Konfigurasi RIP


Routing Information Protocol atau yang dikenal RIP adalah dinamik routing protokol yang sudah cukup tua. Di ciptakan sekitar tahun 1970.
Cara kerjanya berdasarkan Distance Vector Routing Protocol, yang berarti akan mempergunakan pendekatan berapa banyak hop (lompatan) router yang akan ditempuh untuk mencapai suatu network. Dan yang akan dipilih adalah hop terpendek.
Cara Kerja

RIP bekerja dengan menginformasikan status network yang dipegang secara langsung kepada router tetangganya.

Karakteristik dari RIP:

* Distance vector routing protocol
* Hop count sebagi metric untuk memilih rute
* Maximum hop count 15, hop ke 16 dianggap unreachable
* Secara default routing update 30 detik sekali
* RIPv1 (classfull routing protocol) tidak mengirimkan subnet mask pada update
* RIPv2 (classless routing protocol) mengirimkan subnet mask pada update

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah RIP zebra secara default mempergunakan versi 2, sedangkan Cisco versi 1.
Konfigurasi

Sama halnya dengan zebra, daemon rip dapat dikonfigur lewat 2 cara.

Konfigurasi dengan 2 cara :

1. edit langsung pada file ripd.conf

root@opera zebra# vi ripd.conf
root@opera zebra# service ripd restart

2. melalui remote vty
telnet ke port 2602

root@opera zebra# telnet 127.0.0.1 2602
Hello, this is zebra (version 0.94).
Copyright 1996-2002 Kunihiro Ishiguro.

Konfigurasi RIP sangat sederhana, secara umum hanya membutuhkan 3 entri dalam running configurasi.
Masukkan network mempunyai router tetangga RIP dan network yang akan disebarkan ke router tetangga.

ripd(config)# router rip
ripd(config-router)# network 192.168.1.0/24
ripd(config-router)# network 10.1.1.0/24
ripd(config-router)# ^z
ripd#

Untuk memeriksa status RIP

ripd# show ip protocols
Routing Protocol is "rip"
Sending updates every 30 seconds with +/-50%, next due in 7 seconds
Timeout after 180 seconds, garbage collect after 120 seconds
Outgoing update filter list for all interface is not set
Incoming update filter list for all interface is not set
Default redistribution metric is 1
Redistributing:
Default version control: send version 2, receive version 2
Interface Send Recv Key-chain
Routing for Networks:
10.1.1.0/24
192.168.1.0/24
Routing Information Sources:
Gateway BadPackets BadRoutes Distance Last Update
Distance: (default is 120)

Untuk melihat routing yang didapat dari RIP tetangga.

ripd# show ip rip
Codes: R - RIP, C - connected, O - OSPF, B - BGP
(n) - normal, (s) - static, (d) - default, (r) - redistribute,
(i) - interface

Network Next Hop Metric From Time

Jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi kedalam file.

ripd# write memory
Configuration saved to /etc/zebra/ripd.conf

Read More......

Cara instalasi Quagga melalui port

Cara intalasi Quagga


Untuk membangun router dapat juga menggunakan aplikasi ini. Instalasi quagga Terdapat beberapa cara yakni instalasi dengan port dan compile sourse code. Dibawah ini merupakan cara instalasi quagga melalui port :

1.Untuk mengetahui letak quagga pada direktori koleksi port freebsd ketiklah perintah :

# whereis quagga
Quagga : /usr/ports/net/quagga

2.Pindah direktory sesuai dengan letak direktory diatas kemudian ketiklah sysinstall.

# make install

Maka secara otomatis FreeBSD akan men-download, me-compile serta menginstall software di atas.

Menjalankan Quagga:
Konfigurasi pada zebra.conf

Tampilan konfigurasi quagga seperti contoh dibawah ini:
!
! Zebra configuration saved from vty
! 2008/03/23 17:26:36
!
hostname permanayoga
password quagris
enable password quagris
!
interface faith0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface fxp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface lo0
!
interface lp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface ppp0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface ed0
ipv6 nd suppress-ra
!
interface rl0
ipv6 nd suppress-ra
!
!interface sl0
! ipv6 nd suppress-ra
!
ip route 0.0.0.0/0 172.17.7.61
!
ip forwarding
!
line vty
!

Read More......

Jaringan Tanpa Hardisk

Tip dan Trik: Jaringan Tanpa Harddisk

Pengertian jaringan diskless, menurut penulisnya, adalah mengacu pada jaringan yang hanya terdapat satu media penyimpanan harddisk, yaitu komputer server, sedangkan komputer client tidak disediakan. Namun, komputer client dapat menjalankan sistem layaknya mempunyai harddisk. Dengan demikian, proses yang berjalan di server juga akan berjalan di client. Misalnya, server dapat koneksi ke internet, maka client juga dapat koneksi ke internet.

Buku ini berisi panduan praktis dalam membangun jaringan diskless menggunakan GNU/Linux, yaitu GNU/Linux Mandrake, GNU/Linux RedHat dan GNU/Linux SuSE dengan memanfaatkan komputer lama. Buku ini ditujukan untuk para pemula yang ingin membangun jaringan diskless tersebut. Namun, buku ini dapat juga dipakai untuk pengguna yang telah mahir sebagai bahan referensi. Selain itu, Anda dapat mengacu pada buku diskless dengan judul "Membangun Jaringan Diskless Berbasis Linux' yang menjelaskan proses konfigurasi file diskless sendiri.

Pembahasan buku ini meliputi konsep diskless, instalasi GNU/Linux memahami struktur file GNU/Linux, perintah dasar GNU/Linux, instalasi kartu jaringan, instalasi file diskless versi terbaru pada saat buku ini disusun (LTSP 3.x) instalasi file diskless versi lama (LTSP 2.x), setting server diskless, menggunakan DHCP, setting server diskless menggunakan BOOTP , masalah kernel diskless, setting client diskless, setting printer, membuat disk booting, troubleshooting, tip dan trik yaitu harddisk multidistro, akses disket client diskless, tangkap gambar dan proteksi LILO.

Read More......

Setting Router pada Debian

Berikut adalah cara untuk Setting Router pada Debian:

1.Komputer harus terinstal SO LInux Debian

2. Sediakan dua PC, satu sebagai Router dan satunya lagi sebagai Klien

3. Pada Login : isikan user Root dan masukkan Passwordnya

4. Setelah itu masuklah pada folder etc dengan mengetikkan cd etc

5. Kemudian masuklah lagi pada folder network dengan mengetikkan cd network

6. Apabila ingin menggunakan cara yang lebih praktis maka ketikkan cd etc/network

7. Kemudian ketikkan pico atau vi interfaces, untuk mengatur ip nya

8. Untuk vi interfaces pada Router ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.10.36
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.10.255
network 192.168.10.0
gateway 192.168.10.1

auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.15.1
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0

iface lo inet loopback

9. Untuk vi interfaces pada client ketikkan seperti dibawah ini
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.15.3
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.15.255
network 192.168.15.0
gateway 192.168.15.1

iface lo inet loopack

10. Kemudian aturlah ip tablenya dengan menggunakan cara, ketikkan pada pc Router -t
nat -A POSTROUTING -s 192.168.15.0/24 -j MASQUERADE

11. Setelah itu ketikkan ip tables-save

12. Lalu restart dengan menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart

13. Untuk mengecek apakah ip tables sudah masuk maka ketikkan perintah iptables -t
nat -n -L

14. Setelah itu keluarlah dari folder network dengan perintah cd ..

15. Pada folder etc bukalah file sysctc1 dengan perintah vi atau pico sysctc1.conf,
Hapuslah tanda pagar (#) pada kata # net.ipv4.conf.default.forwading=1

16. Setelah itu lakukan ping antara Router dan client, apabila bisa diping maka pembuatan router telah berhasil

Read More......

Citryx Metaframe

Citrix MetaFrame Presentation Server yang berbasis server-based computing menjadi sangat populer karena mempermudah administrasi software aplikasi pemakai.Hal ini dimungkinkan karena instalasi software dan update hanya perlu dilakukan pada MetaFrame server saja. Demikian pula, karena semua aplikasi diproses pada server tersebut, maka hardware yang diperlukan oleh komputer pemakai tidak membutuhkan kinerja tinggi dan dapat menggunakan sistem operasi apa saja seperti Windows 98, NT, 2000, XP, MAC, atau Linux, sehingga murah biayanya.Pemahaman mendalam mengenai teknologi ini sangat bermanfaat untuk
meningkatkan karier Anda di bidang administrasi jaringan.Pembahasan dalam buku ini mencakup:Sejarah server-based computingPengenalan Citrix MetaFrame Persyaratan dan perencanaan instalasi Citrix MetaFrameAdministration dan Management ConsoleWindows Server 2003Mempublikasikan aplikasiPeralatan komputer penggunaDan masih banyak lagi pembahasan lainnya.

Read More......
 
serdadu Bonnek | Designed by Techtrends | © 2007-2008 All rights reserved